Bogor DiKepung Aliran Baru ?

0 komentar Thursday, August 30, 2012
Satu demi satu aliran baru bermunculan di Bogor setelah Imam Mahdi palsu di Puncak, muncul aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi di Dramaga. Kehadiran aliran ini langsung disikapi masyarakat. Sedikitnya 200-an warga Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kecamatan Dramaga. Mereka mendesak pemerintah segera membubarkan aliran tersebut.

Mereka menilai, aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi menyimpang dari ajaran Islam. Pasalnya, aliran ini membolehkan jemaatnya tidak melaksanakan ibadah shalat lima waktu. Selain itu, pengikut Pajajaran Panjalu Siliwangi juga dibolehkan tidak puasa dan tidak membayar zakat. Bahkan, aliran ini menghalalkan pengikutnya berhubungan badan dengan istri / suami orang lain, khususnya bagi sesama pengikut Pajajaran Panjalu Siliwangi. Tak hanya itu, aliran ini juga mengganti dua kalimat syahadat dengan perkataan lain. Kalimat Syahadat mereka ganti dengan nama Syahadat Bogor.

Pajajaran Panjalu Siliwangi berpusat di sebuah padepokan silat dan pengobatan di Kampung Lemahdulur, Kecamatan Dramaga. Aliran ini telah merekrut puluhan warga sejak setahun terakhir. Sasaran aliran ini adalah pemabuk dan yang memiliki masalah keluarga, serta mereka yang pengetahuan agamanya minim.

Beberapa warga yang ikut melakukan aksi demonstrasi sangat resah dengan keberadaan aliran tersebut. dan ingin agar aliran ini dibubarkan dan tidak ada lagi di kampung mereka.

Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, Khaerul Yunus mengatakan, aliran itu jelas menyimpang karena tidak sesuai dengan tuntunan alquran dan hadits. "Mereka mengubah dua kalimat syahadat. Nama Muhammad dalam kalimat syahadat mereka ganti dengan pimpinan aliran mereka. Misalnya, 'Waasyhaduanna Pangeran Bagja Rasulullah'. Ini yang menurut kami menyimpang," tutur Khaerul Yunus saat ditemui di kantor Kecamatan Dramaga, kemarin.

Menurutnya, nama yang disebutkan dalam kalimat Syahadat Bogor merupakan perintah dari sang guru. "Guru mereka bernama Agus Sukarna dan disebut sebagai Romo. Romo ini yang nantinya memberikan nama yang akan disebut dalam kalimat Syahadat Bogor

Aliran ini juga mengajarkan bahwa untuk melakukan ibadah haji tidak harus ke Makkah, cukup menyembah dan mengelilingi sebuah bangunan sakral di padepokan mereka.

Lebih jauh Khaerul mengatakan, aliran tersebut sudah sempat menandatangani surat pernyataan bahwa mereka siap bertobat dan kembali ke ajaran Islam yang benar pada akhir Juli lalu.

Namun di kemudian hari, ternyata para pengikut dan pimpinan aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi masih menjalankan dan menyebarkan ajarannya. "Ternyata mereka masih tidak shalat dengan alasan tidak wajib. Dan tidak berpuasa saat Ramadan. Ini yang kemudian membuat warga sekitar kembali marah dan resah,

Untuk mengantisipasi terjadinya tindakan anarkis warga, kepolisian Dramaga melakukan pemantauan ke lokasi pusat ajaran Pajajaran Panjalu Siliwangi. "Kami akan melakukan rapat mediasi dan pengawasan. Selanjutnya pihak MUI akan mengeluarkan fatwa tentang aliran ini," jelas Khairul.

Sementara itu, Sekertaris Kecamatan Dramaga, Suma, mengatakan, setelah terjadi demontrasi warga, pihak Muspika langsung memanggil guru dan pengikut aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi untuk dilakukan mediasi.

"Mereka sudah bertobat. Di hadapan warga yang berdemo, Agus Sukarna (Guru dala aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi) mengaku bertobat dan tidak akan menyebarkan ajarannya," tutur Suma.

Selain itu, Agus Sukarna juga sudah menandatangani surat pernyataan untuk tobat di hadapan anggota Muspika. "Isinya tidak akan menjalankan dan menyebarkan ajarannya lagi"

Sedikitnya 12 pengikut aliran Pajajaran Panjalu Siliwangi ikut bertobat dan kembali ke ajaran Islam. Mereka mengucap kalimat syahadat di hadapan ulama dan masyarakat.

Ketua RT 04/05 Desa Cikarawang mengatakan, jika aliran itu belum tobat, warga akan bertindak tegas. "Kita akan usir keluar dari kampung ini jika mereka tetap memaksakan kehendaknya," terangnya

Berbagai Sumber 
read more “Bogor DiKepung Aliran Baru ?”

Waspada Aliran Sesat

0 komentar Wednesday, August 29, 2012
Maraknya aliran sesat di wilayah Jawa Barat, khususnya Bogor, diantisipasi Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majalengka. Di acara halalbihalal Idulfitri 1433 Hijriyah di aula gedung serbaguna Islamic Centre Jalan Siti Armilah Kabupaten Majalengka, Rabu (29/8), Kemenag Majalengka memanfatkan acara itu sebagai ajang peringatan mengenai maraknya aliran sesat.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Provinsi Dr H Moh Atholilah MAg selain menyampaikan sambutannya yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Barat Drs H Saeroji MM, pihaknya juga tidak lupa mengingatkan kepada seluruh yang hadir agar meningkatkan kewaspadaannya.

Mengingat akhir-akhir ini di sejumlah tempat di wilayah Jawa Barat tengah bermunculan sejumlah aliran sesat. "Oleh karena itu, kepada yang hadir hendaknya agar lebih meningkatkan kewaspadaannya terhadap sejumlah aliran sesat yang dapat merusak tata kehidupan umat Islam," ujarnya.

Hadir di acara tersebut keluarga besar Kemenag di antaranya Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama Islam (Mapenda), Seksi Urusan Agama Islam (Urais), Seksi Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren (Pekapontren), Seksi Pendidikan Agama Masyarakat (Penamas), Seksi Urusan Haji serta Seksi Zakat dan Wakaf.

Ajang silaturahmi itu juga turut dihadiri mitra kerja Kemenag seperti organisasi keagamaan semacam Badan Amil Zakat (BAZ), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan organisasi keagamaan lainnya. Hadir juga Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Dr H Moh Atholilah MAg yang bertindak mewakili Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Drs H Saeroji MM, Bupati Majalengka H Sutrisno SE MSi, unsur Muspida Kabupaten Majalengka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Drs H Sanwasi MM, dan sejumlah pejabat. Tak ketinggalan tampak hadir kasepuhan Dr KH A Sarkosi Subki Pimpinan Pondok Pesantren Mansyaul Huda.

Kepala Kemenag Kabupaten Majalengka, Dr H Udin Saprudin MMPd dalam sambutannya menyampaikan inti acara ini untuk memperat tali hubungan silaturahmi terutama dalam rangka mewujudkan Kabupaten Majalengka menjadi kabupaten religius, maju dan sejahtera (Remaja). Disamping itu untuk membangun semangat rasa kebersamaan yang kuat guna meningkatkan kinerja dan prestasi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majalengka.

Sementara, Bupati H Sutrisno SE MSi dalam tausyiahnya menyatakan, walaupun dirinya bukan seorang kyai atau ulama. Namun karena didorong tugas dan kewajiban sebagai kepala daerah, apa salahnya jika dirinya mengingatkan kepada semuanya.

“Akan tetapi tujuan saya bukan bermaksud untuk mamatahan ngojay ka meri (memberi pelajaran berenang kepada itik), tapi saya merasa ikut terpanggil untuk mengajak rakyat saya lebih giat dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Semua yang saya lakukan selama ini tujuannya adalah sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan Kabupaten Majalengka menjadi kabupaten religius, maju dan sejahtera (Remaja),” pungkasnya

Berbagai sumber dot com
read more “Waspada Aliran Sesat ”

Muslim Asia Tenggara Paling Taat I Keereeen....!

0 komentar Monday, August 27, 2012
Umat Islam di kawasan Asia Tengara terbilang paling taat di dunia terutama dalam melaksanakan rukun Islam. Demikian hasil survei yang dirilis Pew Research Center, baru-baru ini.

Hasil survei itu menyebutkan umat Islam dari Indonesia, Malaysia dan Thailand paling rutin membayar zakat. Sekitar 98 persen orang Indonesia mengatakan mereka membayar zakat setiap tahunnya. Disusul Thailand dan Malaysia, yakni sekitar 93 persen.

"Di Asia Tenggara dan Asia Selatan, sembilan dari sepuluh Muslim mengaku rutin membayar zakat," demikian laporan hasil survei yang melibatkan 5 ribu Muslim Asia Tenggara seperti dikutip onislam.net, Senin (27/8).

Untuk puasa, hasil survei itu menyebutkan 100% Muslim Thailand mengatakan mereka berpuasa, sedangkan Muslim Malaysia dan Indonesia hanya 99 persen yang berpuasa.

Sementara itu, umat Islam Indonesia paling banyak melaksanakan shalat di Masjid. Dari hasil survei diketahui sekitar 72 persen orang Indonesia mengatakan rutin shalat berjamaah di Masjid. Di Malaysia hanya 63 persen Muslim yang shalat di Masjid.

Soal haji, hanya 6 persen Muslim Asia Tenggara yang melaksanakan rukun Islam ke lima tersebut. Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan dengan prosentase Muslim Timur Tengah dan Afrika Utara yang berangkat haji yakni 17 persen.

Yang menarik dari hasil survei ini, sekitar 90 persen umat Islam Asia Tenggara masih percaya dengan urusan tahayul seperti jimat penangkal kejahatan atau kemalangan.

sumber : Republika
read more “Muslim Asia Tenggara Paling Taat I Keereeen....!”

Jangan Terprovokasi Bentrok dan Aliran Baru

0 komentar
MUI Kota Bogor, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan bentrok yang terjadi di Sampang, Madura. "Kita imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu bentrok di Sampang, Madura," kata Ketua IV MUI Kota Bogor, Facrudin Soekarno,

Fachrudin mengatakan, MUI Kota Bogor tidak membenarkan aksi-aksi kekerasan seperti yang terjadi di Sampang, Madura. Menurut dia, harusnya perbedaan yang ada dapat diselesaikan dengan cara musyawarah.

"Islam tidak mengajarkan aksi kekerasan Karena Islam agama rahmatan lilalamin yang mengajarkan kedamaian dan kebaikan. Perbedaan hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah atau diskusi" katanya.

Menyikapi aksi bentrok di Sampang dan bermunculannya isu aliran sesat beberapa hari di Bogor. Facrudin mengatakan, MUI Kota Bogor akan menggelar rapat yang akan dihadiri seluruh anggotanya dan beberapa pimpinan aliran yang ada.

"Pertemuan akan digelar di kantor MUI sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam rapat ini akan dibahas seputar masalah aliran sesat dan bentrok di Sampang," katanya. Fachrudin menambahkan, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat harus bersinergi dalam mencegah terjadi aksi serupa di Kota Bogor, karena menurutnya di Bogor juga terdapat banyak aliran agama.

Sementara itu, suasana di wilayah Bogor tengah diramaikan dengan kehadiran aliran Pajajaran Panjalur Siliwangi pimpinan Romo Agus Sukarna yang terdapat di Kecamatan Mulyaharja, Kota Bogor dan di Desa Cikarang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Sejumlah masyarakat berdatangan meminta aliran tersebut dibubarkan.

Sumber Republika
read more “Jangan Terprovokasi Bentrok dan Aliran Baru”

Imam Mahdi Ada Di Bogor

0 komentar Saturday, August 25, 2012
Dalam sepekan, di beberapa wilayah Jawa Barat isu aliran sesat sempat ramai dibicarakan. Di Sukabumi, muncul aliran sesat bernama Ajaran Tijaniyah Mutlak Cimahi.

Seseorang yang bernama Sumarna, warga kampung Cisalopa, Kabupaten Sukabumi, sukses memengaruhi 123 orang warga sekitar untuk mengkitui ajaran sesatnya.

Ia mengatakan dirinya ialah seorang nabi yang diutus Tuhan. Di mana dikatakannya tugas dia adalah memperingati manusia bahwa kiamat akan terjadi tanggal 17 Agustus 2012.

Selain itu, ia juga menyampaikan kepada pengikutnya untuk mengurangi waktu shalat. Hal inilah yang memicu warga sekitar geram.

Kemarahan warga semakin memuncak karena Sumarna terbukti melakukan pembunuhan kepada seorang ustadz setempat. Ustadz tersebut kerap melarang segala macam aktivitas ajarannya di kampung Cisalopa, sehingga Sumarna kesal dan membunuh sang ustad. Akhirnya, atas perbuatannya itu, kini Sumarna harus mendekam di penjara Markas Polres Sukabumi.

Terakhir pada Jumat (24/8) kemarin, seluruh jamaah yang menjadi pengikutnya sendiri telah berhasil di-‘Islam’-kan kembali oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Sukabumi.

Di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, seorang warga setempat berinisial AP (54) mengumumkan bahwa dirinya adalah seorang Imam Mahdi.

Tepatnya di Kampung Leuwimalang, RT 01/01, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, ia mengaku mendapat bisikan di mimpinya bahwa ia diutus untuk menjadi juru selamat umat manusia. AP juga mengklaim telah berhasil mengumpulkan 150 jamaah yang setia mengikuti ajarannya.

Sumber : Republika
read more “Imam Mahdi Ada Di Bogor”

Aliran Sesat Bermunculan

0 komentar
Selain geram karena selalu mempengaruhi penduduk sekitar untuk mengikuti aliran ini, warga setempat juga dibuat gerah dengan kelakuan mereka yang lainnya.

Dikatakan Kurnia, para pengikut ini sering menyembah sebuah bangunan menyerupai saung di tengah sawah di kampung mereka. Warga kerap melihat mereka mengelilingi saung tersebut setelah disembah.

Dari apa yang ia dengar, apa yang sedang para pengikut ajaran ini lakukan adalah prosesi ritual naik haji.

Selain itu, para pengikut aliran ini tak pernah melakukan puasa pada bulan Ramadhan lalu. Mereka dikatakan Kurnia terlihat bebas makan-makan di siang hari.

Tentu saja hal ini semakin membuat warga kesal. Apalagi ternyata diketahui para pengikut ajaran ini menghalalkan seks bebas di kalangan anggotanya.

“Istri dan suami bisa gonti-ganti pasangan dengan orang lain,” kata dia. Menurut Kurnia, hal inilah yang menjadi pemicu utama memuncaknya kekesalan warga.

Sebab, terbongkarnya praktik seks bebas tersebut diketahui langsung dari jamaah aliran ini yang sedang melakukan rayuan pada warga. Warga yang dikira akan tergoda dengan rayuan ini malah semakin geram dan ingin mengusir mereka dari kampung Carangpulan.

Dari hasil mediasi yang terjadi, Kurnia mengatakan pemerintah setempat akan melakukan tindakan secepatnya.

Selain itu, warga juga siap membantu pemerintah untuk membantu memberantas aliran ini. “Dengan laporan langsung dari warga ini, diharapkan aliran tersebut cepat-cepat musnah,” tandas Kurnia.

Sumber : Republika 
read more “Aliran Sesat Bermunculan”

Kebanjiran Tapi Kekeringan

0 komentar Thursday, August 23, 2012
Ketua MUI Jawa Barat KH Hafidz Utsman menyatakan belum perlu menggelar Shalat Istisqa atau shalat meminta hujan meski kekeringan sudah terjadi di sejumlah daerah di Jabar. "Kemarau saat ini masih normal, belum perlu Shalat Istisqa," kata Hafidz Utsman di Bandung, Senin.

Ia mengimbau masyarakat menyikapi musim kemarau secara bijak dan tidak cengeng menghadapi fenomena alam itu. "Musim kemarau saat ini masih normal, kekeringan memang terjadi namun masyarakat jangan cengeng dan tidak lekas panik," kata Hafidz.

Menurut Hafidz, kemarau di wilayah Jawa Barat masih normal meski sudah mengakibatkan kekeringan di sejumlah daerah. Masyarakat seyogyanya menyikapi secara bijak dan tidak panik apalagi cengeng menghadapi kemarau. Terkait Shalat Istisqa, menurut Hafidz dilakukan bila kondisi kemarau sudah parah dan sudah sulit mendapatkan air. "Shalat Istisqa dilakukan bila kemarau sudah tidak normal atau parah. Salah satu tandanya binatang sudah sulit air bahkan mati karena kurang air. Namun bukan berarti harus menunggu kondisi seperti itu," katanya.

Ia menyebutkan, musim kemarau maupun penghujan seharusnya dijadikan bahan merenung. Bila kemarau dan air cepat mengering, seyogyanya menjadi renungan bersama untuk mencari penyebabnya. "Bisa saja kondisi itu akibat hutan rusak atau lainnya. Harus jadi renungan bersama," katanya.

Di sisi lain, masyarakat dan pemegang kebijakan juga seyogyanya mengoptimalkan langkah antisipasi dan juga memetakan kawasan rawan kekeringan untuk melakukan program lingkungan seperti penghijauan atau menyiapkan fasilitas sumber air dan irigasi. 

Kayaknya Tetangga sebelah baru saja kebanjiran deh kok ini kekeringan ....? negeri sebelah juga separoh tenggelam :( tanya kenapa ....? 
read more “Kebanjiran Tapi Kekeringan ”