Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Musibah Tidak Disangka Sangka

0 komentar Tuesday, September 25, 2012
Imam Musa Al-Kazhim (sa) berkata: Setiap kali manusia berbuat dosa yang tidak pernah dilakukan oleh orang-orang sebelumnya, Allah akan menurunkan bencana kepada mereka yang tidak disangka-sangka oleh mereka. (Bihârul Anwâr 78: 322)

http://www.tokoku99.com/visitor/mutiara-hikmah/750-dosa-datangkan-bencana-yang-tak-tersangka-sangka-.html


read more “Musibah Tidak Disangka Sangka”

Lima Rukun Islam dan Enam Rukun Iman

0 komentar Tuesday, September 11, 2012
Islam memberikan banyak amalan keagamaan. Para penganut umumnya digalakkan untuk memegang Lima Rukun Islam, yaitu lima pilar yang menyatukan Muslim sebagai sebuah komunitas.

Tambahan dari Lima Rukun, hukum Islam (syariah) telah membangun tradisi perintah yang telah menyentuh pada hampir semua aspek kehidupan dan kemasyarakatan. Tradisi ini meliputi segalanya dari hal praktikal seperti kehalalan,, jihad dan lain - lain.

Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah :
  1. Mengucapkan dua kalimah syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul Allah.
  2. Mendirikan salat wajib lima kali sehari.
  3. Berpuasa pada bulan Ramadan.
  4. Membayar zakat.
  5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu.

Muslim juga mempercayai Rukun Iman yang terdiri atas 6 perkara yaitu :

  1. Iman kepada Allah
  2. Iman kepada malaikat Allah
  3. Iman kepada Kitab Allāh (Al-Qur'an, Injil, Taurat, Zabur dan suhuf)
  4. Iman kepada nabi dan rasul Allah
  5. Iman kepada hari kiamat
  6. Iman kepada qada dan qadar

Wallahu A'lam
read more “Lima Rukun Islam dan Enam Rukun Iman”

Sejarah Islam

0 komentar
Sejarah Islam adalah sejarah agama Islam mulai turunnya wahyu pertama pada tahun 622 yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira. pada abad ke-7 ketika Nabi Muhammad s.a.w. mendapat wahyu dari Allah swt. Setelah wafatnya nabi Muhammad s.a.w. kerajaan Islam berkembang hingga Samudra Atlantik di barat dan Asia Tengah di Timur. Hingga umat Islam berpecah dan terdapat banyak kerajaan-kerajaan Islam lain yang muncul.

Namun, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umayyah, Abbasiyyah, Turki Seljuk, dan Kekhalifahan Ottoman, Kemaharajaan Mughal, India,dan Kesultanan Melaka telah menjadi kerajaaan yang besar di dunia. Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli filsafat dan sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutama pada Zaman Emas Islam. Karena banyak kerajaan Islam yang menjadikan dirinya sekolah.

Pada abad ke-18 dan ke-19, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan Eropa. Setelah Perang Dunia I, Kerajaan Turki Utsmani yang merupakan kerajaan Islam terakhir.

Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang sangat mundur. Kebanyakkan orang Arab merupakan penyembah berhala dan yang lain merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi. Mekah ketika itu merupakan tempat suci bagi bangsa Arab. karena di tempat tersebut terdapat berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Sumur Zamzam dan yang paling penting adalah Ka'bah.

Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah pada Tahun Gajah yaitu pada tanggal 12 Rabi'ul Awal atau pada tanggal 20 April (570 atau 571 Masehi). Nabi Muhammad merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah bin Abdul Muttalib meninggal ketika ia masih dalam kandungan dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal dunia ketika ia berusia 7 tahun. Kemudian ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal ia diasuh juga oleh pamannya yaitu Abu Talib. kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah ketika ia berusia 25 tahun.

Nabi Muhammad pernah diangkat menjadi hakim. Ia tidak menyukai suasana kota Mekah yang dipenuhi dengan masyarakat yang memiliki masalah sosial yang tinggi. Selain menyembah berhala, masyarakat Mekah pada waktu itu juga mengubur bayi-bayi perempuan. Nabi Muhammad banyak menghabiskan waktunya dengan menyendiri di gua Hira untuk mencari ketenangan dan memikirkan masalah penduduk Mekah. Ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun, ia didatangi oleh Malaikat Jibril. Setelah itu ia mengajarkan ajaran Islam secara diam-diam kepada orang-orang terdekatnya yang dikenal sebagai "as-Sabiqun al-Awwalun (Orang-orang pertama yang memeluk agama Islam)" dan selanjutnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.

Pada tahun 622, Nabi Muhammad dan pengikutnya pindah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini dinamai Hijrah. Semenjak peristiwa itu dimulailah Kalender Islam atau kalender Hijriyah.

Penduduk Mekah dan Madinah ikut berperang bersama Nabi Muhammad saw. dengan hasil yang baik walaupun ada di antaranya kaum Islam yang tewas. Lama kelamaan para muslimin menjadi lebih kuat, dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat, seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan Islam.

Secara umum Sejarah Islam setelah meninggalnya Nabi Muhammad telah berkembang secara luas di seluruh dunia. Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, dan Kesultanan Utsmaniyah boleh dikatakan penyambung kekuatan Islam setelah pemerintahan Khulafaur Rasyidin.

Wallahu A'lam
read more “Sejarah Islam”

Ulama Disertifikasi ? Ulama Se-Malang Siap Melawan

0 komentar Monday, September 10, 2012
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengecam wacana sertifikasi ustadz dan ulama yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Jika wacana tersebut terealisasi, ribuan pesantren dan kiai siap-siap melawannya.

"Apa yang diwacanakan BNPT jelas sikap gegabah dan tidak bisa dibenarkan. Yang utama saat ini, bukan soal sertifikasi kiai atau ustadz. Tapi bagaimana cara menuntaskan gurita terorisme yang masih sering mengancam Indonesia," jelas wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang KH Abdul Mujib Syadzili, ditemui Kompas.com, Senin (10/9/2012).

Menurut Gus Mujib, jika ada santri atau alumni pesantren diketahui menjadi teroris, jangan kemudian menyalahkan pesantren dan kiainya. "Kalau pesantren ada tikusnya, silahkan saja tikusnya yang dibakar. Jangan lumbungnya yang dibakar dan disalahkan," katanya.

Kalaupun ada pesantren yang diketahui nyata-nyata sarang teroris, itu hanya beberapa pesantren saja. "Jangan kemudian menuduh semua pesantren jadi sarang teroris," katanya.

Wacana sertifikasi ustadz atau ulama itu, katanya, jelas sikap atau kebijakan yang akan memperkeruh masalah terorisme, bukan menyelesaikannya.

"Wacana sertifikasi itu akan mengerdilkan gerak-gerik kiai dan ustadz," katanya.

Idealnya, tegas KH Abdul Muhjib, tak ada agama yang mengajarkan kekerasan, apalagi agama Islam. Dinilai tidak benar jika melakukan kekerasan atas nama agama Islam.

"Islam itu cinta akan kedamaian. Karenanya, jangan Islamnya yang disalahkan. Tapi, individunya yang melakukan kekerasan yang tidak sepenuhnya memahami Islam," katanya.

Titel atau pangkat ustadz atau kiai itu bukan pemerintah yang memberikannya. "Tapi titel ustadz atau kiai itu diberikan oleh masyarakat. Mengapa titel ustadz dan kiai itu harus diberikan oleh BNPT? Ini kan sudah tidak benar," tegasnya.

Gus Mujib meminta pihak BNPT harus turun ke semua pesantren yang ada di berbagai daerah di Indonesia. "Bahkan kalau perlu, harus tinggal beberapa hari di pesantren agar tahu apa yang diajarkan pesantren pada santrinya, diajari terorisme atau patriotisme? BNPT harus mengerti hal itu," tegas pria yang akrab disapa Gus Mujib ini.

Ditanya bagaimana jika wacana sertifikasi ustadz atau kiai itu direalisasikan oleh BNPT? Dengan tegas Gus Mujib mengatakan, semua pesantren dan kiai yang ada di Malang, akan melawannya.

"NU Malang tegas menolak wacana itu. Jika sampai terealisasi, sebanyak 2.600 pesantren yang ada di Kabupaten Malang dibawah naungan NU, siap melakukan perlawanan," tegas kiai yang juga menjabat Wakil Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kornas) Banser.

Dalam waktu dekat tambah Gus Mujib, tepatnya pada 16 September mendatang, PCNU Kabupaten Malang akan menggelar pertemuan antara PWNU Jawa Timur dan seluruh MWC NU yang ada di Kabupaten Malang.

"Salah satunya akan menyikapi wacana sertifikasi ustadz dan kiai oleh PBPT itu," tegasnya.
read more “Ulama Disertifikasi ? Ulama Se-Malang Siap Melawan”

Umat Yang Patuh Pada Syariat Islam

0 komentar Sunday, September 9, 2012
Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini.

Terkait dengan susunan tertib syariat, Al Qur'an dalam surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan Rasul-Nya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Oleh sebab itu, secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan Rasul-Nya belum menetapkan ketentuannya, maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat Al Qur'an dalam Surat Al Maidah (QS 5:101) yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah.

Dengan demikian, perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah SWT itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'.

Asas Syara'

Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Qur'an atau Al Hadits. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam dimana Al Qur'an itu asas pertama Syara' dan Al Hadits itu asas kedua Syara'. Sifatnya, pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia dimanapun berada, sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW hingga akhir zaman, kecuali dalam keadaan darurat.

Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syariat Islam, ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin, dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya, demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syariat yang berlaku.

Furu' Syara'

Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya.

Perkara atau masalah yang masuk dalam furu' syara' ini juga disebut sebagai perkara ijtihadiyah.
read more “Umat Yang Patuh Pada Syariat Islam”

Malaikat Zabaniah

0 komentar
Zabaniyah (الزبانية) adalah nama malaikat-malaikat dalam ajaran agama Islam yang bertugas menyiksa orang-orang di neraka.Penglihatan para malaikat itu bagaikan kilat yang menyambar, dikatakan pula bahwa, Allah tidak menjadikan dalam hati mereka rasa belas kasihan dan lemah lembut sebesar semut kecilpun.

Ia digambarkan dengan sosok yang sangat garang dan sadis, tidak mengenal ampun terhadap orang yang telah masuk kedalam perut neraka. 

Salah seorang dari mereka ada yang menyelam dalam lautan api neraka selama 70 tahun tetapi api neraka itu tidak membahayakan atas dirinya, karena sesungguhnya cahaya itu dapat mengalahkan api neraka

Menurut beberapa pendapat Malaikat Zabaniah berjumlah 19 sebagaimana dijelaskan dalam surah Al Muddatstsir ayat 30 dan dipimpin oleh Malaikat Maalik.

Namun secara tertulis Istilah Zabaniah dalam surah al-Alaq ayat 18 dan sebagian besar ditafsirkan sebagai nama diri dari malaikat yang diancamkan Allah bagi mereka yang menghalangi seseorang melakukan Shalat, akan tetapi ada juga beberapa ulama' yang menterjemahkan istilah Zabaniah pada ayat tersebut sebagai Tentara Tuhan yang gagah.

Dari Berbagai Sumber 

Wallahu A'lam
read more “Malaikat Zabaniah”

Umat Muslim Indonesia, Paling Taat di Dunia "Luar Biasa....!"

0 komentar Saturday, September 8, 2012
Kaum Muslim di Indonesia dan Asia Tenggara boleh mengklaim sebagai umat Islam yang termasuk paling taat menjalankan agamanya.

"Wah...... Super Sekali "

Sungguh luar biasa atau biasa diluar apalah itu sebutannya menurut beberapa media setempat umat muslim di asia tenggara khususnya indonesia terkenal paling taat di dunia "Amazing...!" dan "Super Sekali " serta "Luar Biasa"

Bagaimana tidak ...?

Mau tidak mau itulah klaim yang banyak diunggah di internet semenjak Agustus 2012

Super dan Super Sekali

Serta Menakjubkan

Tidak percaya silahkan berselancar di internet dan cari dengan kata kunci umat islam paling taat di dunia, atau tanyakan pada rumput yang bergoyang.
read more “Umat Muslim Indonesia, Paling Taat di Dunia "Luar Biasa....!"”

Jangan Hiraukan Teroris Karena Teroris Never Die

0 komentar Friday, September 7, 2012
Akhir-akhir ini...? gerakan terorime kembali membayangi kehidupan bernegara bangsa di Indonesia. Mungkin sudah banyak orang yang mengira bahwa terorisme sudah berakhir dengan terbunuhnya Noordin M Top dan tertangkapnya kaum teroris di Aceh beberapa saat yang lalu. Tetapi ternyata kaum teroris itu never die atau never ending. Mati satu tumbuh lainnya, patah tumbuh hilang berganti. Ketika yang satu mati, maka yang lainnya muncul menggantikannya.

Melalui sistem sel yang dikembangkannya, maka kaum teroris dengan mudah akan bermutasi vertikal. Jika pimpinannya tertangkap atau meninggal, maka yang dibawahnya akan menggantikannya. Demikian seterusnya. Sungguh sistem ini sangat menjaga eksistensi dan keberlangsungan gerakan terorisme yang militan itu.

Memang sungguh tidak masuk akal...?, ketika kaum teroris itu mengacak-acak Indonesia kita ini. Indonesia yang sedari semula memang kiranya didesain Tuhan untuk mengembangkan Islam yang damai, Islam yang moderat dan Islam yang rahmatan lil alamin, ternyata akhir-akhir ini akan dibelokkan ke arah Islam yang fundamental atau radikal bahkan Islam yang membenci dan menyakiti lainnya.?

Di tengah dunia yang semakin keras karena berbagai kompleksitas kehidupan ternyata ditambah lagi dengan kekerasan atas nama agama, yang tidak kalah sengitnya dengan kekerasan atas nama lainnya. Bahkan orang rela mati demi keyakinannya itu. Melalui doktrin jihad ofensif yang dikembangkan, maka dikesankan bahwa Indonesia adalah Darul Harb yang memang harus dimusuhi dan diperangi.

Islam Indonesia memang sudah sedari semula mengembangkan wataknya yang substansial. Dia bersifat komplementer dengan kehidupan masyarakat Indonesia secara umum. Relasi antara Islam dengan demokrasi dan modernitas adalah corak yang saling memberi dan menerima. Bukan corak berbenturan sebagaimana yang diusung oleh gerakan Islam fundamentalisme. Posisinya tidak saling berhadap-hadapan, akan tetapi simbiosis mutualisme.

Islam menjadi roh yang secara substantive memberi peluang masuknya demokrasi dan modernitas, tetapi tidak mencederai dan bahkan secara substansial memberi arah bagi demokrasi dan modernitas itu. Islam yang otoratif di dalam doktrin keesaan Tuhan tetap memberi peluang hubungan social yang seimbang antara satu golongan dengan golongan lainnya. Islam tetap mengajarkan agar menghargai keyakinan yang berbeda sekalipun. Meskipun, Inna al dina ‘indallah al Islam, tetapi tetap lakum dinukum waliyadin bahkan tidak ada paksaan dalam beragama.

Islam dengan demikian tidak bertentangan dengan NKRI, Pancasila dan UUD 1945. Islam justru menjadi roh yang secara substantive mendorong agar implementasi kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan tetap dijiwai oleh Islam dengan cara mendorong tumbuhnya berbagai pengamalan beragama melalui peraturan yang benar, misalnya UU Perkawinan, UU Zakat, dan sebagainya yang secara social dan yuridis menjadi dasar bagi implementasi Islam di dalam kehidupan. Makanya, saya sependapat dengan ungkapan Kyai Sahal Mahfudz bahwa untuk mengimplementasikan Islam di Indonesia tidak memerlukan negara Islam.

Sayangnya bahwa Islam fundamental tersebut sudah masuk ke dalam berbagai jaringan di Indonesia. Jaringan politik, social dan ekonomi. Di dalam jaringan politik mereka telah masuk ke dalam partai politik, parlemen, hingga birokrasi. Di dalam jaringan social mereka telah masuk ke dalam berbagai lembaga social, pendidikan dan keagamaan. Sedangkan di dalam jaringan ekonomi, mereka telah masuk ke dalam unit-unit usaha yang melembaga. Semua ini menandakan bahwa jaringan Islam radikal telah menjadi bagian dari negeri ini.

Secara sosiologis, bahwa keberadaan mereka telah menjadi realitas social yang fungsional. Memiliki pimpinan, anggota dan jaringan kelembagaan yang sangat kuat dan militan. Sehingga keberadaan mereka juga tidak bisa dianggap remeh. Kita tentu masih ingat, dukungan yang diberikan oleh eksponen Islam fundamental terhadap kematian teroris beberapa saat yang lalu, Azahari, Noordin M Top dan Umar Patek.

Itulah sebabnya, mewaspadai terhadap munculnya gerakan Islam garis keras yang mewajibkan para anggotanya untuk melakukan kekerasan melalui bom dan sebagainya mestilah harus menjadi prioritas bangsa ini.

Sebagai bangsa yang mengagungkan kedamaian, kerukunan, harmoni dan keselamatan, tentu tindakan terror adalah tindakan yang dapat disebut sebagai extra ordinary crime yang mesti menjadi musuh bersama. Jadikan dia common enemy agar bangsa ini selamat ke tujuan.

Wallahu a’lam bi al shawab.
read more “Jangan Hiraukan Teroris Karena Teroris Never Die”

Memegang Teguh Al-Qur'an dan As-Sunnah

0 komentar
Keterpurukan dan kondisi umat Islam saat ini, bukan disebabkan karena kehebatan dan kemajuan umat lain. Namun disebabkan oleh kesalahan kita sendiri dalam memilih cara hidup yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Sebagian pemuka agama ada yang berperilaku seperti perilaku pemuka agama Yahudi dan Nasrani.

Mereka menyembunyikan yang haq, karena alasan yang bersifat pribadi. Bahkan sebagian yang lain menyembunyikannya karena alasan rejeki. Padahal Ar Razaq itu hanya Allah swt. Bagaimana dapat memperoleh rejeki yang barakah kalau jalannya dengan menyembunyikan yang haq? Sebagian yang lain suka mencampur adukkan yang haq dan yang batil. Sehingga umat tidak bisa melihat dengan jelas mana yang halal dan mana yang haram. Kebenaran yang seharusnya disampaikan dengan jelas menjadi kabur, kelihatan samar-samar.

Sedangkan sebagian besar rakyat jelata malas mempelajari kebenaran langsung dari sumbernya Al Qur’an dan As Sunnah. Sehingga apa yang mereka dapatkan kebatilan yang dipoles sehingga seolah-olah nampak benar. Yang mereka jadikan rujukan hanya mitos, tradisi, dan pendapat para kyai, bukan Al Qur’an dan As Sunnah. Padahal siapa yang dapat menjamin kebenaran dari ketiganya? Tidak ada sama sekali.

Apalagi sebagian yang lain lebih suka hiburan, foya-foya, dan memuaskan hawa nafsu dari pada menuntut ilmu. Panggung-panggung hiburan yang menampilkan para penyanyi ndhang ndhut selalu dipenuhi oleh anak-anak muda, laki-laki maupun perempuan yang bercampur baur. Sedang pengajian yang mengajarkan Al Qur’an dan As Sunnah mereka abaikan begitu saja. Mereka tidak suka dibimbing untuk menjadi bangsa yang maju terpimpin. Mereka lebih suka hidup bebas untuk memuaskan hawa nafsu.

Maka tidak heran kalau yang kita lihat bukan kemajuan tapi kemerosotan, bukan prestasi tapi dekadensi, bukan kehidupan yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera, tetapi kehidupan yang resah, gelisah, penuh kebencian dan kedengkian.

Bagaimana kita dapat memperbaiki-nya? Sudahkah kita terlambat untuk berbuat? Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat. Selama hayat masih dikandung badan, sebelum nyawa sampai di tenggorokan, Allah tetap akan menghargai pertaubatan kita. Sebagai orang awam sebaiknya segera kita berusaha untuk mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah, sehingga tidak mudah tertipu dan tersesat dalam beramal. Rasulullah saw berwasiat dalam sebuah hadist riwayat Ibnu Abdil Barr :

“Aku telah meninggalkan kepadamu dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.” Apa yang kita fahami dari Al Qur’an dan As Sunnah segera kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Amalan inilah yang memungkinkan terjadinya proses perubahan karakter kita yang jelek manjadi baik, malas menjadi rajin, kikir menjadi dermawan, isyrak menjadi ikhlas.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Hakim dari Hudzaifah Rasulullah saw berpesan: Duru ma’a kitabillahi haitsu ma dara (Hendaklah kamu sekalian beredar bersama kitab Allah kemana saja dia beredar). Rasulullah saw mengajak kita semua untuk senantiasa mengikuti Al Qur’an. Menjadikan Al Qur’an sebagai imam kita dan pemberi arah gerak kita. Dan menjadikannya sebagai rujukan atas kebenaran, karena Al Qur’an tidak pernah tersentuh oleh kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya (TQS 41: 42).
وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (TQS 6: 155)

Ayat yang dikutip di atas mengingatkan kepada kita semua untuk mengikutinya, mengikuti aturan, tata kehidupan dan nilai-nilai moral yang diajarkan Allah di dalamnya dan mengingatkan kita untuk bertakwa agar kita mendapatkan kasih sayang-Nya.

Begitu pentingnya bertakwa sehingga beliau saw juga berpesan: “Ittaqillaha haitsu ma kunta” (bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada.) Umat ini terpuruk dan hina karena jauh dari cinta dan kasih sayang-Nya. Untuk itu hanya dengan kembali bertaat kepada-Nya dan mengikuti sunnah nabi-Nya kita akan mendapatkan cinta dan kasih sayangnya (QS 3: 31). Bahkan dengan jalan berbuat taat kepada Allah dan Rasul-Nya inilah kita akan mendapatkan kemenangan yang besar (QS 4: 13). Akan tetapi sebaliknya kalau kita durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya yang akan kita peroleh tiada lain kecuali neraka dan siksa yang menghinakan (QS 4: 14).

Sebagai tokoh masyarakat, pemuka agama, atau orang yang dituakan di lingkungannya, hendaklah kita berusaha untuk senantiasa meningkatkan kualitas moral dan intelektual kita masing-masing. Dengan senantiasa mengoreksi pikiran, ucapan, dan amalan kita dengan ayat-ayat Al Qur’an dan As Sunnah. Apa yang sesuai kita syukuri dengan terus meningkatkan diri dan apa yang tidak sesuai segera kita tinggalkan.

Dunia ini bergerak dengan cepat, anak muda maju dengan pesat didukung oleh berbagai fasilitas baru seperti CD, komputer, televisi, dan internet. Sebagai orang tua kalau kita tidak bergerak maju, merasa cukup ilmu yang dimiliki, maka kita akan tertinggal dari yang muda. Bukan masanya lagi kita memperdebatkan khilafiyyah. Dengan semangat kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah, mari kita saling menghormati. Lana a’maluna walakum a’malukum. Mari kita saling bekerja-sama, kalau memang tidak bisa mari kita sama-sama bekerja.
read more “Memegang Teguh Al-Qur'an dan As-Sunnah”

Hati-hati Keluarkan Fatwa Sesat

0 komentar Monday, September 3, 2012
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat saat ini masih mengkaji rekomendasi fatwa menyesatkan pemahaman Islam Syiah yang dikeluarkan MUI Sampang dan MUI Jawa Timur.

"MUI Sampang sudah keluarkan fatwa aliran yang dikembangkan Tajul Muluk sesat menyesatkan, diperkuat dari MUI Jatim yang menyatakan demikian," ujar Ketua MUI Pusat, Slamet Effendi Yusuf di Asrama Haji Jakarta Timur, 3 September 2012.

Selain telah mengeluarkan fatwa sesat kepada faham Islam Syiah, MUI Sampang dan Jawa Timur juga telah merekomendasikan fatwa tersebut ke MUI Pusat.

"Mereka juga datang ke MUI pusat, minta supaya MUI pusat mengeluarkan fatwa sesat terhadap faham Islam Syiah, namun sampai saat ini kami belum memutuskan fatwa apapun terkait dengan pemahaman Syiah," kata Slamet.

Slamet beralasan, belum dikeluarkannya fatwa apapun terkait faham Syiah sebab untuk memutuskan suatu fatwa, MUI butuh kajian yang sangat mendalam dan memikirkan apa dampak ke depan yang akan ditimbulkan di masyarakat, terlebih menyangkut masalah keyakinan.

"Harus hati-hati dalam mengeluarkan suatu fatwa, harus dilihat, aspek ajarannya, keterkaitannya dengan ukhuwah islamiyah dan dunia Islam," kata ulama yang juga sebagai tokoh Nahdlatul Ulama ini.

Ia sendiri mengatakan, pada tahun 1984 MUI pernah mengeluarkan pernyataan untuk mewaspadai pemahaman Islam Syiah, namun ia membantah kalau pernyataan MUI tersebut bersifat memprovokasi.

"Tahun 1984 kami pernah keluarkan fatwa untuk waspada terhadap aliran Syiah, namun fatwa ini lebih untuk menjaga keyakinan masyarakat bukan untuk timbulkan konflik," ujarnya.

Mengenai konflik yang terjadi di Sampang, Madura, Slamet menyatakan kalau pihaknya sendiri telah terlibat dalam proses investigasi penyebab konflik tersebut sejak tahun 2011.

"Sebelum konflik 2012, pada tahun 2011 kami sudah ke sana, bersama Mabes Polri bertemu kedua pihak dengan ulama di Madura dan bertemu dengan Tajul Muluk untuk mendengar apa saja permasalah yang terjadi di sana," katanya.

Ia pun mendesak agar pemerintah pusat secepatnya menyelesaikan konflik antara penganut Islam Syiah dan Sunni di Sampang Madura dengan melibatkan masyarakat lokal dalam proses penyelesaiannya.

"Kita minta ini harus selesaikan sebaik- baiknya, yang penting ada penyelesaian yang sifatnya permanen, jangan yang tidak permanen, yang ada malah justru timbulkan masalah lagi," imbuhnya
read more “Hati-hati Keluarkan Fatwa Sesat”

Syiah Tidak Sesat

7 komentar
Pengamat gerakan Islam Indonesia dari IAIN Sunan Ampel Surabaya Dr KH Imam Ghazali Said MA berpendapat bahwa Syiah yang menjadi pemicu kerusuhan Sampang itu tidak sesat.

"Saya sependapat dengan Abu Zahrah yang menulis buku 'Sejarah Mazhab dalam Islam' bahwa 'stempel' sesat dalam Islam itu sangat internal, karena mazhab dalam Islam memang banyak. Jadi, Syiah juga sama dengan kita yakni Islam tapi beda mazhab, bukan sesat," katanya di Surabaya, Senin.

Menurut A'wan PCNU Kota Surabaya itu, sebagian amaliah keagamaan yang dilakukan Syiah memang terkesan "aneh" dalam pandangan non-Syiah, yakni shalat, maulid, taqiyah, dan mut'ah, namun hal itu sebagai konsekuensi dari "cinta" orang-orang Syiah kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib.

"Perbedaan Syiah dengan Sunni adalah Syiah menganggap Abu Bakar, Umar, dan Usman merupakan sahabat nabi yang zalim, sedangkan Sunni mengakui empat sahabat nabi yakni Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali," kata alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (S1) itu.

Dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menjelaskan, Alquran dan hadits yang dipakai Syiah juga sama dengan Sunni, tapi Syiah mempercayai Alquran yang ada di tangan Ali bin Abi Thalib atau Al Quran dengan tafsir versi Ali.

"Yang jelas, tafsir Al Quran memang banyak, tapi Al Quran-nya tetap satu. Soal hadits juga sama, karena mereka hanya menerima sesuatu dari Ahlul Bait, bukan dari lainnya. Jadi, perbedaan tafsir itu bukan sesat, karena tafsir yang berbeda juga bukan hanya Syiah," kata alumni Khartoum International Institute Sudan (S2) itu.

Oleh karena itu, pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur, Wonocolo, Surabaya itu menilai cara yang tepat untuk menyikapi perbedaan adalah dakwah yang sifatnya kompetitif antarkelompok dalam Islam.

"Kalau ada kelompok yang kalah dalam merebut hati masyarakat yang menjadi objek dakwah, maka jangan lantas menuduh kelompok lain sebagai sesat, karena sama-sama Islam-nya tapi hanya berbeda mazhab," katanya.

Republika
read more “Syiah Tidak Sesat”

Aliran Gabungan Antar Agama

0 komentar Thursday, August 30, 2012
Dua imam dari dua aliran kepercayaan yang berbeda di Bogor akhirnya bertobat. Kemarin, Muhamad Sihabudin alias Abud (55), warga Cisarua yang sebelumnya mengukuhkan diri sebagai juru selamat "Imam Mahdi", berikrar tobat di depan ratusan masyarakat dari lantai dua Kantor Kecamatan Cisarua. Di lain tempat, pimpinan Panjalu Siliwangi, "Romo" Agus Sukarna mendadak mengaku khilaf dan langsung bertobat setelah dipertemukan dengan para ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor.

Meski demikian, warga Kota dan Kabupaten Bogor harus tetap waspada. Pasalnya, Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) melansir kabar yang mengejutkan. Kabar itu menerangkan bahwa di Bogor terdapat aliran sesat lainnya yang kini sedang tumbuh subur. Aliran keyakinan itu disebut Millah Abraham atau Millah Ibrahim. Aliran pimpinan Ahmad Mosadeq ini lebih nyeleneh dari Panjalu Siliwangi ataupun ajaran "Imam Mahdi" Abud. Pengikut Millah Ibrahim tersebut menggabungkan tiga ajaran agama. Yakni Islam, Kristen dan Yahudi.

“Banyak di Kabupaten dan Kota Bogor. Penyebaran Milah Abraham ini sering menggelar kegiatan sosial, seperti donor darah,” ujar Ketua LPPI Amin Djamaluddin. Selain Bogor, daerah pusat kegiatan Komunitas Milah Abraham (Komar) menyebar di seluruh pulau Jawa dan Madura. Untuk wilayah Jabar, Komar membidik kota-kota besar seperti Cirebon, Tasik, Garut, Depok dan Bogor sebagai wilayah pusat penyebaran dan kegiatan. “Kalau tidak salah, penyebaran ke Bogor dilakukan sejak 2004,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Mosadeq pernah dibui lantaran menyebarkan aliran sesat bernama Al-Qiyadah Al-Islamiyah di Pamijahan, Kabupaten Bogor. Usai lepas dari tahanan, Musadeq kembali ke keyakinannya. Radar Depok (Grup Radar Bogor) pernah membongkar aktivitas keagamaan Musadeq yang nyeleneh itu di rumahnya di bilangan Beji, Depok. “Kami belum mau mengungkap penyebaran di Bogor karena masih dalam investigasi lebih mendalam,” jelasnya.

Amin memiliki pandangan tersendiri terkait aliran sesat yang terus bermunculan. Ia menilai fenomena aliran sesat lebih kepada kegiatan terencana hasil konspirasi untuk menghancurkan Islam. Meski belum memiliki bukti konkret, tapi tapi kuat dugaan bahwa tumbuhnya bermacam aliran sesat seperti ada yang merekayasa.

“Satu dibasmi, satu lagi muncul. Umumnya pimpinan aliran-aliran sesat itu orang kaya. Dari mana dananya?” kata dia.

Amin menilai, kemunculan aliran sesat tak lain adalah upaya memecah umat Islam di tanah air. Penyebarannya terstruktur dan terencana sejak era 80-an. Sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar, tentunya Indonesia menjadi target empuk para musuh Islam. Tujuannya tak lain untuk menghancurkan Islam dan lambat laun menguasai kekayaan alam yang subur dan melimpah.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengaku belum memiliki jumlah pasti pengikut dan penyebaran Komar di Bogor. Menurut Kasubid Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan Aliran dan Pelayanan Keagamaan Kemenag RI, Reslawati, kini pengikut Millah Ibrahim terpencar. Dia menduga, ajaran Romo Agus juga bagian dari ajaran Millah Ibrahim ini.

“Kami yakin, lambat laun itu akan hilang dengan sendirinya. Karena ruang gerak mereka semakin sempit,” papar Reslawati kepada Radar Bogor, kemarin.

Terkait data pengikut aliran sesat seperti Milah Abraham, lanjut dia, memang tak pernah terpantau jumlah tepatnya. Ketika hal ini dikonfirmasi kepada mantan pimpinan Komar, Mosadeq, ia pun tak mengetahui jumlah pasti pengikutnya di Jabodetabek. “Saya pernah investigasi bersama Radar Depok ke Mosadeq. Tapi Dia (Mosadeq) tak bisa menjawab, karena emang dia juga gak punya datanya,” kata cetus Reslawati.

Akan tetapi, Mosadeq mengklaim pengikutnya di tanah air mencapai ribuan orang. Mengingat kegiatan mereka bersifat tersistem sel. Jadi, antara satu dengan yang lain tak begitu mengenal. Kecuali para jajaran tertentu yang saling mengenal. Komunitas ini juga sempat menargetkan bisa menjaring anggota hingga 50 ribu orang per tahun di seluruh Indonesia.

Berbeda dengan LPPI, Reslawati menilai kemunculan aliran sesat akibat adanya upaya pencarian jati diri seseorang atau kelompok. Selain itu, ia menduga adanya ketidakpuasan dengan fakta sekarang dalam kehidupan keberagamaan. Ditambah lagi dengan minimnya pemahaman tentang ilmu agama
read more “Aliran Gabungan Antar Agama”

Muslim Asia Tenggara Paling Taat I Keereeen....!

0 komentar Monday, August 27, 2012
Umat Islam di kawasan Asia Tengara terbilang paling taat di dunia terutama dalam melaksanakan rukun Islam. Demikian hasil survei yang dirilis Pew Research Center, baru-baru ini.

Hasil survei itu menyebutkan umat Islam dari Indonesia, Malaysia dan Thailand paling rutin membayar zakat. Sekitar 98 persen orang Indonesia mengatakan mereka membayar zakat setiap tahunnya. Disusul Thailand dan Malaysia, yakni sekitar 93 persen.

"Di Asia Tenggara dan Asia Selatan, sembilan dari sepuluh Muslim mengaku rutin membayar zakat," demikian laporan hasil survei yang melibatkan 5 ribu Muslim Asia Tenggara seperti dikutip onislam.net, Senin (27/8).

Untuk puasa, hasil survei itu menyebutkan 100% Muslim Thailand mengatakan mereka berpuasa, sedangkan Muslim Malaysia dan Indonesia hanya 99 persen yang berpuasa.

Sementara itu, umat Islam Indonesia paling banyak melaksanakan shalat di Masjid. Dari hasil survei diketahui sekitar 72 persen orang Indonesia mengatakan rutin shalat berjamaah di Masjid. Di Malaysia hanya 63 persen Muslim yang shalat di Masjid.

Soal haji, hanya 6 persen Muslim Asia Tenggara yang melaksanakan rukun Islam ke lima tersebut. Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan dengan prosentase Muslim Timur Tengah dan Afrika Utara yang berangkat haji yakni 17 persen.

Yang menarik dari hasil survei ini, sekitar 90 persen umat Islam Asia Tenggara masih percaya dengan urusan tahayul seperti jimat penangkal kejahatan atau kemalangan.

sumber : Republika
read more “Muslim Asia Tenggara Paling Taat I Keereeen....!”

Jangan Terprovokasi Bentrok dan Aliran Baru

0 komentar
MUI Kota Bogor, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan bentrok yang terjadi di Sampang, Madura. "Kita imbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu bentrok di Sampang, Madura," kata Ketua IV MUI Kota Bogor, Facrudin Soekarno,

Fachrudin mengatakan, MUI Kota Bogor tidak membenarkan aksi-aksi kekerasan seperti yang terjadi di Sampang, Madura. Menurut dia, harusnya perbedaan yang ada dapat diselesaikan dengan cara musyawarah.

"Islam tidak mengajarkan aksi kekerasan Karena Islam agama rahmatan lilalamin yang mengajarkan kedamaian dan kebaikan. Perbedaan hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah atau diskusi" katanya.

Menyikapi aksi bentrok di Sampang dan bermunculannya isu aliran sesat beberapa hari di Bogor. Facrudin mengatakan, MUI Kota Bogor akan menggelar rapat yang akan dihadiri seluruh anggotanya dan beberapa pimpinan aliran yang ada.

"Pertemuan akan digelar di kantor MUI sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam rapat ini akan dibahas seputar masalah aliran sesat dan bentrok di Sampang," katanya. Fachrudin menambahkan, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat harus bersinergi dalam mencegah terjadi aksi serupa di Kota Bogor, karena menurutnya di Bogor juga terdapat banyak aliran agama.

Sementara itu, suasana di wilayah Bogor tengah diramaikan dengan kehadiran aliran Pajajaran Panjalur Siliwangi pimpinan Romo Agus Sukarna yang terdapat di Kecamatan Mulyaharja, Kota Bogor dan di Desa Cikarang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Sejumlah masyarakat berdatangan meminta aliran tersebut dibubarkan.

Sumber Republika
read more “Jangan Terprovokasi Bentrok dan Aliran Baru”

Realita Di Negeri Kita

0 komentar Saturday, July 28, 2012
Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam pernah memberikan suatu perumpamaan kepada mereka pelaku kemungkaran adalah bagai orang yang sedang dan telah melobangi sebuah kapal yang tengah berlayar di lautan luas. Jikalau kemudian kita membiarkannya, pastilah binasa semua orang yang berada di dalam kapal tersebut. Namun apabila kita mampu serta mau mencegahnya, maka akan selamat semuanya (HR. Al-Bukhari).

Adalah sebuah pemandangan yang teramat sangat kontras dalam beberapa tahun belakangan di-negeri kita tercinta ini. yang mana disatu sisi, puluhan jutaan orang telahlah sudah diberikan satu kemampuan / dipanggil oleh Allah Subhanahu Wata'ala sehingganya mereka mampu melaksanakan salah satu ritual pelengkap dalam keislaman seseorang yakni menunaikan ibadah haji sekali setiap tahun, sementara disisi lain jga jutaan orang yang lain harus menunggu keberangkatannya hingga berpuluh tahun. 

Tentunya seseorang yang melakukan ritual ibadah haji berharap agar dirinya mendapat satu ke-mabrur-an dan atau diterima ibadahnya oleh Allah Subhanahu Wata'ala. yang mana pertanda mereka yang telah mendapatkan dan atau mabrur hajinya adalah semakin baiknya akhlak seseorang. maka dari itu sudah semestinya semakin banyak mereka yang telah mabrur hajinya atau paling tidak telah melaksanakan ibadah haji maka akan semakin baik pula negeri ini karena akan semakin banyak pula mereka orang- orang yang berakhlak mulia. 

Namun entah kenapa dalam realitanya, negeri kita tercinta ini malah semakin rapuh oleh berbagai macam keterpurukan akhlak.

Penyelewengan pun semakin terang - terangan dilakukan tidak jarang juga mereka malah melindungi orang - orang jahat yang jumlahnya semakin hari bukannya semakin sedikit pun demikian kemenangan akan suatu perkara seringkali tidak lagi diberikan kepada orang yang memang benar dalam tindakannya akan tetapi justru kepada orang yang sanggup membayarnya. 

Karenanya, sejatinya kita hendak untuk berusaha dengan tidak membiarkan negeri tercinta ini tenggelam kedalam lautan kemungkaran dan kebinasaan perlulah kita untuk saling menasehati dan bahu membahu memberantas kemungkaran atau kita berpasrah dan berserah diri kepada kehancuran ........?

Kebenaran dan kemenangan adalah milik mereka yang berani menjawab "WANI PIRO....?" 

Tanya Kenapa........?
read more “Realita Di Negeri Kita”

Kenapa Masuk Islam

0 komentar Thursday, July 19, 2012
Kenapa masuk islam ?

Alasan kenapa harus masuk islam dan atau memeluk agama islam jika ditanyakan kepada mereka yang berasal dari luar agama islam jawabannya bisa sangat beragam , mulai dari mereka yang tercerahkan , mendapatkan hidayah langsung dari tanda - tanda kekuasaan Allaah Subhanahu Wata'ala maupun karena alasan untuk bergaya dan atau karena trend saat ini begitu adanya. 


Ah....... Nih admin asal saja kalau ngomong .....!! 

Eits ...... nanti dulu :) buktinya ada dan sudah banyak sekali kita lihat serta memang demikian adanya dijelaskan dalam hadits dari Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. silahkan dilihat sendiri dan atau diingat kembali berapa banyak sudah artis yang masuk  islam karena sesuatu dan kemudian kembali lagi kepada agama mereka yang dahulu :) 

oh...... itu memang sudah tertulis sejak dahulu dan memang begitulah adanya :) , bahkan tidak jarang juga orang yang awal mulanya islam dan taat kemudian keluar dari islam karena sesuatu dan atau disebabkan oleh sesuatu. begitu dan beginilah permainan duniawi :)

Tidak menghebohkan dan atau bukanlah sesuatu yang aneh bahkan hal tersebut adalah lumrah adanya. segala sesuatu telah tertulis didalam kitab yang nyata bahkan sebelum kamu diciptakan (al ayat) bukannya begitu ....?

Kenapa harus Islam ?

Islam adalah agama yang sangat universal dan memberikan kebebasan kepada pemeluknya adalah merupakan salah satu diantara sekian banyak  alasan bagi admin untuk memilih agama islam.

Namun demikian .... bagi yang lain .

Mau masuk agama islam dan atau mau memeluk agama yang lain adalah sebuah pilihan bagi masing - masing orang itu adalah haq asasi dan tidak boleh ada seorangpun yang mencampurinya. bahkan Allaah Subhanahu Wata'ala pun tidak melarang bagi mereka mau menempuh jalan Nya atau malah menentang Nya. 

"Bagi kamu agama kamu dan bagi aku agama aku , bagi aku amalan aku dan bagi kamu amalan kamu" al ayat

Jikalau kemudian ada yang merasa memiliki haq untuk hal yang demikian mungkin mereka tuhan kalie ya :) hm... atau bahkan melebihi kekuasaan tuhan :)

Apakah ini berarti saya (admin) bukan islam dan menentang islam :) 

Justru saya islam saya memakai hukum dan aturan islam , kalau ada yang menyimpang dari aturan Al Quran justru merekalah yang bukan islam 

Bukannya begitu ........ ?

Monggo yang punya dalil dan atau pandangan tentang hal ini silahkan disharing :)
read more “Kenapa Masuk Islam”