Posting Otomatis

0 komentar Tuesday, September 4, 2012
Posting Otomatis Di halaman facebook dan atau wall akun facebook menggunakan Rss Grafiti , adalah salah satu layanan gratis yang disediakan oleh pemilik / pembuat aplikasi Rss Grafiti , seperti posting dan atau catatan yang anda baca saat ini juga di posting dengan menggunakan Rss Grafiti. 

Saya menulis catatan ala kadarnya ini pada hari Rabu tanggal 5 September 2012 pada pukul 1:37 pagi atau tengah malam, sebagaimana ditunjukkan oleh komputer saya. 

Mungkin pada saat anda membaca dan atau melihat posting ini saya sedang jalan - jalan dan atau tidur atau mungkin sedang bersama istri mungkin juga bersama teman , karena tentunya saat catatan ini terposting di halaman membaca al quran waktu sudah berubah 12 jam sampai dengan 2 - 3 hari. 

Mohon maaf saya sedang tidak berada di tempat :( atau mungkin juga saya berada di tempat. 

Min kalau buat catatan yang bermanfaat kenapa ........!!!???!!!???
read more “Posting Otomatis ”

Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat

0 komentar

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.

Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu,

dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Yusuf : 111
read more “Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat”

Letusan Anak Krakatau

0 komentar Monday, September 3, 2012
Anak Krakatau terus menyemburkan lava pijar. Debu vulkaniknya berhembus hingga ke Bandar Lampung. Gunung itu kini berstatus waspada.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, hingga Senin 3 September 2012 pukul 16.35 WIB, tremor letusan Anak Krakatau masih terus berlangsung, dengan intensitas cenderung menurun. Meski mengeluar abu vulkanik, "konfirmasi dari Pos Gunung Anak Krakatau di Kalianda tidak ada abu letusan sampai ke Lampung," kata dia

Minggu malam hingga Senin 3 September 2012, debu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah Bandar Lampung. Abu tipis menyelimuti Kecamatan Sukarame, Kecamatan Sukabumi, dan Panjang.

Debu vulkanik mulai turun sekitar pukul 22.00 WIB. Genting rumah, pelataran, mobil-mobil, dan dedaunan tampak abu-abu, dilapisi debu. Debu-debu itu baru berhenti turun sekitar subuh. Hingga siang tadi masyarakat di sejumlah kecamatan di Bandar Lampung sibuk membersihkan rumahnya dari debu vulkanik.

Sutopo menambahkan, peralatan pemantau Anak Krakatau tinggal satu, yakni seismograf. "Satu alat tidak mengirim data sejak 2 September 2012 pukul 16:30 WIB diduga rusak tertimpa material letusan," kata dia.

Masyarakat di pantai wilayah Banten dan Lampung diminta tenang dan melakukan kegiatan seperti biasa. "Letusan Gunung Anak Krakatau tidak akan memicu tsunami.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meningkatkan status Anak Krakatau menjadi waspada sejak pukul 11.30 WIB, Minggu 2 September 2012.

Getaran tremor letusan secara terus- menerus dengan amplitudo rata-rata 34 mm terekam di Pos Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Banten. Terlihat jelas lontaran lava pijar dengan ketinggian kurang lebih 200-300 meter.
read more “Letusan Anak Krakatau”

15 dari 68 Gunung Di Indonesia Waspada

0 komentar
Dari 68 gunung api yang diamati di Indonesia, sebanyak 15 gunung api berstatus waspada atau berada pada level II dan lima lainnya berstatus siaga di level III.

"Sebanyak 20 gunung api di Indonesia ada lima berstatus siaga, 15 status waspada. Semua gunung tersebut adalah gunung api tipe A dari 68 gunung yang diamati," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (3/9).

Kelima gunung api berstatus siaga tersebut yaitu Gunung Soputan (Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara), Gunung Lokon (Tomohon, Sulawesi Utara), Gunung Karangetang (Sulawesi Utara), Gunung Gamnokora (Halmahera Utara, Maluku Utara) dan Gunung Ijen (Jawa Timur).

Sementara 15 gunung yang berstatus Waspada adalah Gunung Seulawah (Aceh), Gunung Sinabung (Karo, Sumatra Utara), Gunung Talang (Solok, Sumatra Barat), Gunung Kaba (Bengkulu), Gunung Kerinci (Jambi). Selain itu gunung api yang berstatus waspada lainnya adalah Gunung Anak Krakatau (Lampung), Gunung Papandayan (Garut) dan Tangkuban Perahu (Jawa Barat), Gunung Bromo (Jawa Timur).

Selanjutnya ada Gunung Semeru (Lumajang, Jawa Timur), Gunung Batur (Bali), Gunung Rinjani (Lombok, NTB), Gunung Sangeang Api (Bima, NTB), Gunung Rokatenda (Flores, NTT), Gunung Egon (Sikka, NTT).

Terkait banyaknya gunung api aktif yang mengalami peningkatan status tersebut, masyarakat dimbau tetap waspada dan menghadapi segala kemungkinan dengan tenang.

Di samping itu juga mendapatkan informasi dari otoritas resmi seperti BNPB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pemda-pemda setempat dan BPBD setempat.

"Kami mengimbau agar broadcast dan sosial media untuk mengacu pada sumber-sumber resmi dan tidak membuat sms, broadcast yang bisa menimbulkan keresahan," tambah dia.

Untuk gunung api, penentuan status dan arahan mitigasinya akan ditentukan oleh PVMBG setelah berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD atau Pemda setempat

Waspadalah.. Waspadalah!!!

Sumber Metro Tv News
read more “15 dari 68 Gunung Di Indonesia Waspada”

Gempa Banyuwangi - Bali Terasa Dari Mataram Hingga Jogya

0 komentar
Gempa dengan magnitud 6,5 Skala Richter (SR) terjadi di selatan Jawa dan Bali, Selasa (4/9/2012) pukul 01.23 WIB. Berdasarkan data yang dilansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa di palung Jawa di perairan Laut Indonesia yang berjarak sekitar 301 barat Daya Banyuwangi atau 308 km barat daya Denpasar, Bali. Tepatnya di kordinat 11.07 Lintang Selatan dan 113.86 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempa berkekuatan 6,5 skala Richter (SR), Selasa (4/9/2012) dini hari tadi, dilaporkan terasa dari Mataram, Nusa Tenggara Barat; hingga Yogyakarta. Getaran dengan kekuatan bervariasi dari II-III modified mercally intencity (MMI) atau tergolong lemah.

Menurut laporan yang dilansir United States Geological Survey (USGS), setidaknya sudah 7 orang melaporkan telah merasakan getaran. Masing-masing 1 laporan di Yogyakarta dengan kekuatan II MMI, Malang III MMI, Lawang 3 MMI, Denpasar II MMI, Kuta III MMI, Ubud III MMI, dan 2 laporan di Mataram dengan III MMI.

Seperti diberitakan sebelumnya, gempa 6,5 SR berpusat di palung Jawa sekitar 301 km barat daya Banyuwangi, Jawa Timur, atau 308 km barat daya Denpasar pada Selasa pukul 01.23 WIB. Pusat gempa tepatnya berada di koordinat 11,07 Lintang Selatan dan 113,86 Bujur Timur pada kedalaman 10 km.

MMI adalah skala untuk mengukur getaran gempa yang dirasakan dari I atau tidak terasa hingga X+ atau ekstrem yang berdampak sangat merusak struktur bangunan. Besar kecilnya kekuatan gempa yang dirasakan tergantung skala magnitud gempa dan jarak lokasi dari pusat gempa. 

Dari pantauan sementara, Belum diketahui kemungkinan dampak kerusakan dari gempa tersebut di daerah-daerah terdekat. 

Berbagai Sumber

read more “Gempa Banyuwangi - Bali Terasa Dari Mataram Hingga Jogya”

Hati-hati Keluarkan Fatwa Sesat

0 komentar
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat saat ini masih mengkaji rekomendasi fatwa menyesatkan pemahaman Islam Syiah yang dikeluarkan MUI Sampang dan MUI Jawa Timur.

"MUI Sampang sudah keluarkan fatwa aliran yang dikembangkan Tajul Muluk sesat menyesatkan, diperkuat dari MUI Jatim yang menyatakan demikian," ujar Ketua MUI Pusat, Slamet Effendi Yusuf di Asrama Haji Jakarta Timur, 3 September 2012.

Selain telah mengeluarkan fatwa sesat kepada faham Islam Syiah, MUI Sampang dan Jawa Timur juga telah merekomendasikan fatwa tersebut ke MUI Pusat.

"Mereka juga datang ke MUI pusat, minta supaya MUI pusat mengeluarkan fatwa sesat terhadap faham Islam Syiah, namun sampai saat ini kami belum memutuskan fatwa apapun terkait dengan pemahaman Syiah," kata Slamet.

Slamet beralasan, belum dikeluarkannya fatwa apapun terkait faham Syiah sebab untuk memutuskan suatu fatwa, MUI butuh kajian yang sangat mendalam dan memikirkan apa dampak ke depan yang akan ditimbulkan di masyarakat, terlebih menyangkut masalah keyakinan.

"Harus hati-hati dalam mengeluarkan suatu fatwa, harus dilihat, aspek ajarannya, keterkaitannya dengan ukhuwah islamiyah dan dunia Islam," kata ulama yang juga sebagai tokoh Nahdlatul Ulama ini.

Ia sendiri mengatakan, pada tahun 1984 MUI pernah mengeluarkan pernyataan untuk mewaspadai pemahaman Islam Syiah, namun ia membantah kalau pernyataan MUI tersebut bersifat memprovokasi.

"Tahun 1984 kami pernah keluarkan fatwa untuk waspada terhadap aliran Syiah, namun fatwa ini lebih untuk menjaga keyakinan masyarakat bukan untuk timbulkan konflik," ujarnya.

Mengenai konflik yang terjadi di Sampang, Madura, Slamet menyatakan kalau pihaknya sendiri telah terlibat dalam proses investigasi penyebab konflik tersebut sejak tahun 2011.

"Sebelum konflik 2012, pada tahun 2011 kami sudah ke sana, bersama Mabes Polri bertemu kedua pihak dengan ulama di Madura dan bertemu dengan Tajul Muluk untuk mendengar apa saja permasalah yang terjadi di sana," katanya.

Ia pun mendesak agar pemerintah pusat secepatnya menyelesaikan konflik antara penganut Islam Syiah dan Sunni di Sampang Madura dengan melibatkan masyarakat lokal dalam proses penyelesaiannya.

"Kita minta ini harus selesaikan sebaik- baiknya, yang penting ada penyelesaian yang sifatnya permanen, jangan yang tidak permanen, yang ada malah justru timbulkan masalah lagi," imbuhnya
read more “Hati-hati Keluarkan Fatwa Sesat”

Syiah Tidak Sesat

7 komentar
Pengamat gerakan Islam Indonesia dari IAIN Sunan Ampel Surabaya Dr KH Imam Ghazali Said MA berpendapat bahwa Syiah yang menjadi pemicu kerusuhan Sampang itu tidak sesat.

"Saya sependapat dengan Abu Zahrah yang menulis buku 'Sejarah Mazhab dalam Islam' bahwa 'stempel' sesat dalam Islam itu sangat internal, karena mazhab dalam Islam memang banyak. Jadi, Syiah juga sama dengan kita yakni Islam tapi beda mazhab, bukan sesat," katanya di Surabaya, Senin.

Menurut A'wan PCNU Kota Surabaya itu, sebagian amaliah keagamaan yang dilakukan Syiah memang terkesan "aneh" dalam pandangan non-Syiah, yakni shalat, maulid, taqiyah, dan mut'ah, namun hal itu sebagai konsekuensi dari "cinta" orang-orang Syiah kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib.

"Perbedaan Syiah dengan Sunni adalah Syiah menganggap Abu Bakar, Umar, dan Usman merupakan sahabat nabi yang zalim, sedangkan Sunni mengakui empat sahabat nabi yakni Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali," kata alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (S1) itu.

Dosen Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya itu menjelaskan, Alquran dan hadits yang dipakai Syiah juga sama dengan Sunni, tapi Syiah mempercayai Alquran yang ada di tangan Ali bin Abi Thalib atau Al Quran dengan tafsir versi Ali.

"Yang jelas, tafsir Al Quran memang banyak, tapi Al Quran-nya tetap satu. Soal hadits juga sama, karena mereka hanya menerima sesuatu dari Ahlul Bait, bukan dari lainnya. Jadi, perbedaan tafsir itu bukan sesat, karena tafsir yang berbeda juga bukan hanya Syiah," kata alumni Khartoum International Institute Sudan (S2) itu.

Oleh karena itu, pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur, Wonocolo, Surabaya itu menilai cara yang tepat untuk menyikapi perbedaan adalah dakwah yang sifatnya kompetitif antarkelompok dalam Islam.

"Kalau ada kelompok yang kalah dalam merebut hati masyarakat yang menjadi objek dakwah, maka jangan lantas menuduh kelompok lain sebagai sesat, karena sama-sama Islam-nya tapi hanya berbeda mazhab," katanya.

Republika
read more “Syiah Tidak Sesat”