Showing posts with label Teror. Show all posts
Showing posts with label Teror. Show all posts

Polisi Jadi Target Baru Teroris

0 komentar Tuesday, September 25, 2012
Aksi teror kembali mendera Indonesia akhir-akhir ini. Namun target kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang lebih menyasar rumah ibadah. Target dari serangan teroris akhir-akhir ini adalah para penegak hukum yaitu anggota kepolisian.

Direktur Deradikalisasi Badan Penanggulangan Nasional Teroris (BNPT), Irfan Idris, mengatakan bahwa target pada penegak hukum ini merupakan arah baru dari gerakan teroris yang muncul belakangan ini. "Dulu yang jadi target teroris lambang asing. Nah sekarang arahnya berubah jadi semacam upaya balas dendam," kata Irfan, saat diskusi "Polemik Sindo Radio Network" dengan tema Teror Tak Kunjung Usai di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (8/9/2012).

Munculnya motif ini, lanjutnya, dikarenakan ada pemikiran bahwa para anggota kepolisian selama ini telah menghambat gerakan para teroris mencapai tujuan mereka bahkan menghabisi rekan-rekannya dalam penggrebekan.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Gerakan Islam Indonesia, Edi Sudrajat, menjelaskan bahwa dulu Amerika menjadi sasaran teroris. Namun kini tak pandang agama dan produk asing lagi, sesamanya juga dijadikan sasaran. "Sekarang pelakunya orang yang lebih muda. Sedangkan dulu kan orang-orang yang berumur," jelas Edi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penembakan oleh orang yang tidak dikenal terjadi di Pos Polisi Plasa Singosaren, Solo, Kamis (30/8/2012) sekitar pukul 21.00 WIB. Akibat kejadian ini, Bripka Dwi Data Subekti tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, anggota Densus 88 Briptu Suherman tewas saat polisi melakukan penggrebekan di Jalan Veteran, Solo, Jumat (31/8/2012) untuk menangkap tiga orang terduga teroris yang diduga terlibat dalam aksi teror. sebelumnya.
read more “Polisi Jadi Target Baru Teroris”

Sertifikasi Ulama' Bukti Pemerintah Panik

0 komentar Wednesday, September 12, 2012
Wacana sertifikasi ulama yang dilempar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) adalah bukti ketidak mampuan mereka dalam mengatasi terorisme. Wacana tersebut hanya menunjukkan kepanikan dan ketidakmampuan pemerintah mengatasi persoalan terorisme.

"Ini tidak memiliki dasar, tidak solutif. Hanya bentuk kepanikan pemerintah," ujar politisi PKS yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Jazuli Juwaeni kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 11/9).

Sebelumnya, Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris mengatakan perlunya sertifikasi ulama untuk menghentikan maraknya terorisme di Indonesia. usul Irfan itu, kata Jazuli, seperti yang terjadi di Arab Saudi dimana para ustadz dan ulama berada di bawah kontrol pemerintah.

Mereka dilarang mengajarkan tafsir agama yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah. Dan itu bisa terjadi karena pemerintah Arab Saudi menggaji langsung para ustadz dan ulama dengan bayaran tinggi. "Ustadz biasa digaji 5000 real sedangkan ustadz masjidil haram 50 ribu real perbulan," terang dia.

Sementara, lanjut Jazuli, kondisi di Indonesia berbeda dengan di Arab Saudi. Ustadz dan ulama di sini menempati posisi yang unik dalam struktur sosial masyarakat. Mereka dihormati dan didengar petuah-petuahnya tanpa mesti memiliki latar belakang ilmu formal.

"Gelar ustadz dan ulama lahir secara naluriah dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat mempelajari ilmu agama. Bukanlah sebuah label dari pemerintah," ujarnya.

Ia menambahkan, terorisme tidak mesti diidentikan dengan kelompok agama tertentu. Kebanyakan aksi terorisme bersifat kasuistik tergantung pada problem yang dihadapi masyarakat di masing-masing negara. Seperti aksi teror yang kerap terjadi di Thailand. Di sana ada kelompok Macan Tamil yang berasal dari agama tertentu. Jadi jangan kaitkan teroris dengan Islam.

Sebaliknya menurut Jazuli, akar permasalahan terorisme bukan terletak pada guru-guru agama, melainkan pada problem sosial ekonomi masyarakat. Logikanya, bila masyarakat sejahtera secara ekonomi mereka akan mampu mengakses pendidikan yang lebih baik.

Lewat pendidikan akal seseorang akal pikiran seseorang akan lebih dialektis menerima informasi, termasuk paham radikal. "Harus dikaji secara mendalam apa akar persoalan dari terorisme," pukas dia.
read more “Sertifikasi Ulama' Bukti Pemerintah Panik”

Teka Teki Gempa Bogor

0 komentar
Apa Penyebab Gempa di Bogor dan Sukabumi? Sesar Mana yang Bergejolak ?

Teka teki akan kejadian Gempa bermagnitud 4,8 yang mengguncang Bogor pada hari Minggu tanggal (9/9/2012) dini hari yang menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan hingga hari ini masih menjadi teka - teki, Pakar kegempaan dari Graduate Research on Earthquake and Active Tectonic (GREAT) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa gempa Bogor menyulut pertanyaan dan memberikan wawasan yang baru dan menarik. "Gempa Bogor bagi saya lebih banyak memberikan pertanyaan daripada jawaban,"

Selain soal kerusakan yang bisa dikatakan tidak lazim untuk gempa yang hanya bermagnitud 4,8 dan intensitas skala II MMI, pertanyaan yang muncul dari gempa ini adalah sesar yang menjadi sumber gempa. Pusat gempa diketahui berjarak 30 km dari sesar Cimandiri. Irwan mengungkapkan bahwa ada kemungkinan gempa Bogor dipicu oleh aktivitas sesar yang memanjang hingga wilayah Pelabuhan Ratu tersebut. "Tapi mungkin juga gempa disebabkan oleh sesar lain yang ada di dekat sesar Cimandiri, seperti sesar Citarik. Ini masih sangat spekulatif," katanya.

Irwan menjelaskan, pusat gempa Bogor hanya berjarak 10 km dari sesar Cimandiri, maka bisa dipastikan bahwa sesar itulah yang menjadi biang gempa. Namun, jika sesar berjarak 30 km seperti yang terjadi, maka patut diduga sesar lain yang menjadi penyebab. Tentang sesar Citarik, Irwan menuturkan, "Publikasi tentang sesar ini masih belum banyak. Pergerakannya juga belum diketahui."

Namun, abstrak publikasi Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berjudul "Dinamika Sesar Citarik" yang ditulis Sidarto di Jurnal Sumber Daya Geologi Volume 18 No 3 tahun 2008 menyatakan, "Aktivitas sesar ini paling tidak sejak tektonik Miosen Tengah dan sampai sekarang masih aktif. Pada periode tektonik Miosen Tengah, sesar ini sebagai sesar trantensional, namun sejak Plio-Plistosen sampai Resen sesar ini berkembang sebagai sesar mendatar mengiri."

Dinyatakan pula, "Sesar Citarik yang aktif ini dapat menimbulkan gempa bumi sehingga sesar ini harus diperhitungkan dalam perencanaan pengembangan infrastruktur di Jabotabek dan Pelabuhan Ratu (ibu kota Kabupaten Sukabumi dan daerah wisata)."

Sesar Citarik adalah sesar yang berarah utara timur laut-selatan barat daya, memotong Jawa Barat dari Pelabuhan Ratu, Bogor, dan Bekasi. Sementara sesar Cimandiri terbagi menjadi 5 segmen dari Palabuhan Ratu hingga Gandasoli. Irwan menjelaskan, masih perlu dilakukan studi untuk mengetahui sebab pasti gempa Bogor.

"Gempa Bogor ini adalah awal yang bagus untuk meneliti sumber gempa baru. Sumber gempa bisa berasal dari sesar yang tidak kita perkirakan aktif, Sumber gempa pada dasarnya berlokasi pada pertemuan lempengan. Sebelumnya, gempa berkekuatan 4,7 SR yang berpusat di Bogor Barat, mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya pada 9 September 2012. Selain ratusan rumah rusak, saluran air sepanjang 50 meter di Kampung Darmaga, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk dan longsor.

Dari catatan Badan Meteologi, Klimatologi, dan Geofisika di situsnya, besaran gempa di Bogor itu 4,8 skala Richter. Pusat gempa berada di koordinat 6.80 LS dan 106.7 BT di sekitar 31 kilometer barat daya Kabupaten Bogor dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa dilaporkan terasa di Bogor dan Sukabumi dengan skala II MMI
read more “Teka Teki Gempa Bogor”

Dendam Baru Teroris

0 komentar Tuesday, September 11, 2012
Direktur Media Center Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Son Hadi mengatakan, tindakan represif yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri dengan menembak mati dua orang pelaku teror Solo, Farhan dan Mukhsin, pada 31 Agustus 2012 akan menimbulkan kebencian baru dari kelompok teroris lainnya. Seperti diketahui, Farhan dan Mukhsin tewas dalam pernyergapan oleh Densus 88 di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah.

"Melihat kondisi korban dengan luka parah, berarti penembakan dilakukan secara membabi buta. Meski beralasan bila tidak dilumpuhkan maka akan mati kita (petugas). Tetapi, melumpuhkan dengan kepala sampai pecah dan dilakukan dengan jarak dekat akan melahirkan dendam baru. Bila tidak berpikir bagaimana mencegahnya, penanganan teroris tidak bisa dilakukan secara tuntas," kata Son Hadi, di Jakarta, Sabtu (8/9/2012).

Menurutnya, yang terpenting saat ini pencegahan dan deteksi dini harus dilakukan. Tetapi, menurut Son Hadi, selama ini JAT tidak pernah diajak berdialog oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Kita pun kalau inisiatif mengundang BNPT melakukan dialog, tidak pernah hadir. Alasannya sama, tidak ada alasan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menembak mati dua orang terduga pelaku teror Solo pada 31 Agustus 2012 di Jalan Veteran, Solo. Saat itu, Farhan dianggap menyerang terlebih dahulu aparat kepolisian yang akan membekuknya sehingga langsung dibalas dengan penembakan.

Dalam baku tembak tersebut, dua orang terduga teroris tewas atas nama Farhan dan Muchsin. Sementara dari pihak kepolisian, Bripda Suherman tewas dengan luka tembak yang dilepaskan Farhan.
read more “Dendam Baru Teroris”

Berbagai Negara Terus Diguncang Gempa Bumi

0 komentar Saturday, September 8, 2012
Berbagai negara di dunia terus diguncang gempa bumi. Termasuk juga di Indonesia, filiphina dan beberapa negara asia, Sementara di China goncangan yang meski tidak terlalu dahsyat, karena hanya berkisar antara 5,7 SR dan 5,6 SR, hingga mengakibatkan 80 orang tewas dan 795 orang lainnya luka-luka.

Sementara korban tewas akibat gempa bumi yang melanda wilayah barat daya China terus bertambah dengan drastis. Otoritas setempat menuturkan, korban bertambah karena gempa ini terjadi di wilayah pegunungan yang terpencil. Banyak sarana telekomunikasi dan infrastruktur yang rusak parah akibat gempa, dimana hal ini menghambat upaya pengumpulan informasi. Demikian seperti disampaikan juru bicara Departemen Urusan Sipil Provinsi Yunnan dan dilansir china.org.cn, Sabtu (8/9).

Secara terpisah, Presiden China Hu Jintao telah memerintahkan tindakan penanganan segera terhadap korban bencana ini. Presiden Hu yang tengah menghadiri pertemuan APEC di Vladivostok, Rusia, telah mengintruksikan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan warga dan sejumlah infrastruktur di wilayah-wilayah yang dilanda gempa.

Sedangkan sejumlah pejabat tinggi China lainnya, seperti Perdana Menteri Wen Jaibao, Wakil Perdana Menteri Hui Liangyu, Wakil Komandan Militer Pusat Guo Boxinong dan Xu Caihou, serta anggota parlemen Wu Bangguo menggelar rapat darurat untuk membahas penanganan bencana ini. PM Wen menekankan bahwa upaya pencarian dan penyelamatan korban harus diutamakan demi meminimalisir korban tewas.

Selain itu, PM Wen memastikan bahwa para korban luka harus mendapat perawatan yang layak, demikian halnya dengan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat gempa. PM Wen meminta otoritas setempat untuk memberikan suplai air minum, makanan, pakaian, dan tempat pengungsian yang layak bagi warga yang menjadi korban.


Sebelumnya diberitakan bahwa serangkaian gempa bumi, termasuk yang berkekuatan 5,7 SR dan 5,6 SR melanda wilayah perbatasan Yunnan dan provinsi Guizhou, pada Jumat (7/9), sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Pusat Informasi Gempa Bumi China menyatakan gempa bumi tersebut berpusat di kedalaman 14 km dari permukaan laut. Gempa tersebut diikuti oleh serangkaian gempa susulan yang semakin membuat panik warga.

Perlu diketahui bahwa wilayah barat daya China memang tergolong rentan terhadap gempa bumi. Pada Mei 2008 lalu, gempa berkekuatan 8 SR mengguncang wilayah Sichuan dan sebagian wilayah Shaanxi dan Gansu. Gempa ini menewaskan puluhan ribu orang dan memporak-poranda wilayah-wilayah tersebut.

Dari berbagai sumber  
read more “Berbagai Negara Terus Diguncang Gempa Bumi”

Jangan Hiraukan Teroris Karena Teroris Never Die

0 komentar Friday, September 7, 2012
Akhir-akhir ini...? gerakan terorime kembali membayangi kehidupan bernegara bangsa di Indonesia. Mungkin sudah banyak orang yang mengira bahwa terorisme sudah berakhir dengan terbunuhnya Noordin M Top dan tertangkapnya kaum teroris di Aceh beberapa saat yang lalu. Tetapi ternyata kaum teroris itu never die atau never ending. Mati satu tumbuh lainnya, patah tumbuh hilang berganti. Ketika yang satu mati, maka yang lainnya muncul menggantikannya.

Melalui sistem sel yang dikembangkannya, maka kaum teroris dengan mudah akan bermutasi vertikal. Jika pimpinannya tertangkap atau meninggal, maka yang dibawahnya akan menggantikannya. Demikian seterusnya. Sungguh sistem ini sangat menjaga eksistensi dan keberlangsungan gerakan terorisme yang militan itu.

Memang sungguh tidak masuk akal...?, ketika kaum teroris itu mengacak-acak Indonesia kita ini. Indonesia yang sedari semula memang kiranya didesain Tuhan untuk mengembangkan Islam yang damai, Islam yang moderat dan Islam yang rahmatan lil alamin, ternyata akhir-akhir ini akan dibelokkan ke arah Islam yang fundamental atau radikal bahkan Islam yang membenci dan menyakiti lainnya.?

Di tengah dunia yang semakin keras karena berbagai kompleksitas kehidupan ternyata ditambah lagi dengan kekerasan atas nama agama, yang tidak kalah sengitnya dengan kekerasan atas nama lainnya. Bahkan orang rela mati demi keyakinannya itu. Melalui doktrin jihad ofensif yang dikembangkan, maka dikesankan bahwa Indonesia adalah Darul Harb yang memang harus dimusuhi dan diperangi.

Islam Indonesia memang sudah sedari semula mengembangkan wataknya yang substansial. Dia bersifat komplementer dengan kehidupan masyarakat Indonesia secara umum. Relasi antara Islam dengan demokrasi dan modernitas adalah corak yang saling memberi dan menerima. Bukan corak berbenturan sebagaimana yang diusung oleh gerakan Islam fundamentalisme. Posisinya tidak saling berhadap-hadapan, akan tetapi simbiosis mutualisme.

Islam menjadi roh yang secara substantive memberi peluang masuknya demokrasi dan modernitas, tetapi tidak mencederai dan bahkan secara substansial memberi arah bagi demokrasi dan modernitas itu. Islam yang otoratif di dalam doktrin keesaan Tuhan tetap memberi peluang hubungan social yang seimbang antara satu golongan dengan golongan lainnya. Islam tetap mengajarkan agar menghargai keyakinan yang berbeda sekalipun. Meskipun, Inna al dina ‘indallah al Islam, tetapi tetap lakum dinukum waliyadin bahkan tidak ada paksaan dalam beragama.

Islam dengan demikian tidak bertentangan dengan NKRI, Pancasila dan UUD 1945. Islam justru menjadi roh yang secara substantive mendorong agar implementasi kenegaraan, kebangsaan dan kemasyarakatan tetap dijiwai oleh Islam dengan cara mendorong tumbuhnya berbagai pengamalan beragama melalui peraturan yang benar, misalnya UU Perkawinan, UU Zakat, dan sebagainya yang secara social dan yuridis menjadi dasar bagi implementasi Islam di dalam kehidupan. Makanya, saya sependapat dengan ungkapan Kyai Sahal Mahfudz bahwa untuk mengimplementasikan Islam di Indonesia tidak memerlukan negara Islam.

Sayangnya bahwa Islam fundamental tersebut sudah masuk ke dalam berbagai jaringan di Indonesia. Jaringan politik, social dan ekonomi. Di dalam jaringan politik mereka telah masuk ke dalam partai politik, parlemen, hingga birokrasi. Di dalam jaringan social mereka telah masuk ke dalam berbagai lembaga social, pendidikan dan keagamaan. Sedangkan di dalam jaringan ekonomi, mereka telah masuk ke dalam unit-unit usaha yang melembaga. Semua ini menandakan bahwa jaringan Islam radikal telah menjadi bagian dari negeri ini.

Secara sosiologis, bahwa keberadaan mereka telah menjadi realitas social yang fungsional. Memiliki pimpinan, anggota dan jaringan kelembagaan yang sangat kuat dan militan. Sehingga keberadaan mereka juga tidak bisa dianggap remeh. Kita tentu masih ingat, dukungan yang diberikan oleh eksponen Islam fundamental terhadap kematian teroris beberapa saat yang lalu, Azahari, Noordin M Top dan Umar Patek.

Itulah sebabnya, mewaspadai terhadap munculnya gerakan Islam garis keras yang mewajibkan para anggotanya untuk melakukan kekerasan melalui bom dan sebagainya mestilah harus menjadi prioritas bangsa ini.

Sebagai bangsa yang mengagungkan kedamaian, kerukunan, harmoni dan keselamatan, tentu tindakan terror adalah tindakan yang dapat disebut sebagai extra ordinary crime yang mesti menjadi musuh bersama. Jadikan dia common enemy agar bangsa ini selamat ke tujuan.

Wallahu a’lam bi al shawab.
read more “Jangan Hiraukan Teroris Karena Teroris Never Die”

Solo Akan Dijadikan Medan Perang ?

0 komentar Thursday, September 6, 2012
Terduga Jaringan teroris Farhan merencanakan wilayah Solo sebagai medan perang melawan kelompok-kelompok yang berseberangan. Jaringan kecil tersebut telah melakukan pelatihan bersenjata api yang disuplai dari Filipina. Dalam testimoni terduga teroris, Bayu Setiawan terungkap jaringan tersebut sudah terorganisir rapi. Kendati jaringan tersebut masih cukup sedikit.

Bayu dalam rekaman video yang diekspose oleh Divisi Humas Polri kepada wartawan menyatakan, kelompoknya sudah memilih wilayah Solo menjadi medan perang melawan kelompok-kelompok yang berseberangan. "Kami membuat pecah Solo seperti Ambon atau Poso. Di situ pula bisa tegaknya syariat Islam, khalifah, khilafah islamiah Indonesia," ujar Bayu yang tampak menggunakan kaos warna hitam.

Dikatakan, kelompoknya telah menyusun strategi sejak tahun 2007. Saat itu kelompoknya terdiri dari enam orang dan semuanya alumni Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, kecuali dirinya. Bayu mengungkapkan, pihaknya telah merencanakan menggali dana untuk biaya operasional dengan cara merampok. "Kami membicarakan fa'i," ujar Bayu.

Bayu mengaku kelompoknya sudah melakukan survei untuk merampok Toko Emas Mahkota di Pasar Kelewer. Survei itu dilakukan oleh Mukhsin Tsani dan Frahan. Namun, perampokan gagal karena pada saat aksi akan dilakukan ada polisi yang menjaga toko emas tersebut. "Farhan marah-marah perampokan tidak jadi karena ada polisi. Farhan menyuruh bunuh aja polisi."

Setelah gagal merapok, lanjut Bayu, pihaknya sepakat biaya operasional ditangggung bersama-sama dan sebagian dibantu oleh seorang donatur. Kendati demikian, Bayu mengaku lupa nama donatur kelompok tersebut. "Dia salah satu pendukung, donatur. Salah satu mahasiswa tempat menumpang Farhan dan Mukhsin tidur."

Bayu mengatakan, polisi menjadi sasaran kelompoknya setelah gagal merampok toko emas tersebut. Dikatakan, polisi menjadi target karena polisi dinilai musuh Islam yang telah menangkap orang-orang Islam, di antaranya menangkap orang-orang Islam yang tengah latihan fisik menggunakan senjata api di hutan-hutan atau pegunungan.

"Kenapa sasaran kami polisi, karena salah satu pimpinan kami ikhwan itu mengupas dari buku karangan Ustadz Abdurohman, disitu dia bilang bunuhlah aparat polisi. Karena aparat polisi sering mendzolimi ikhwan-ikhwan, sering menangkap ikhwan-ikhwan."

Bayu mengaku, pada 16 Agustus 2012 menerima rencana penembakan terhadap polisi dari pesan pendek Farhan. Sasaran aksi tersebut sudah ditentukan oleh Farhan dan Bayu diperintahkan untuk melakukan survei dan melakukan pengawasan. "Setelah itu jam 1.30 dini hari, dia (Farhan) melakukan penembakan."

Menurutnya, Farhan adalah eksekutor dalam penembakan tersebut karena dia yang memiliki senjata api. Bayu mengatakan, setelah aksi tersebut Farhan menghubunginya lagi pada 18 Agustus 2012 untuk melakukan survei ke pos polisi Galadak. "Karena di situ pimpinan kami bilang, mendekati lebaran banyak polisi di pos-pos. Ternyata benar, di pos Geledak lumayan banyak polisi."

Setelah survei, Bayu melaporkan hasil surveinya ke Farhan. Bayu mengaku mendapat tugas untuk mengawasi Farhan dan Muksin dalam aksi melempar granat di pos polisi tersebut. Kendati demikian, Bayu mengaku tidak tahu aksi penembakan polisi di pos polisi Matahari Singosaren. Kendati demikian, Bayu mengenali postur tubuh yang melancarkan aksi tersebut.

"Setahu saya dari penembakan yang di Singosaren si Farhan dan Firman. Dari ciri-ciri postur tubuh orangnya dan motornya, Farhan dan Firman." pungkasnya.
read more “Solo Akan Dijadikan Medan Perang ?”

DPR Akan Dibom ? Jangan Asal Tuduh

0 komentar
Informasi teror bom yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) terkait target peledakan yang ditujukan ke gedung parlemen, banyak menuai kontroversi. Para anggota DPR mayoritas merasa khawatir, tapi tak sedikit yang merasa biasa saja dengan hal itu.

Ketua Komisi III DPR, I Gede Pasek Suardika, misalnya. Dia tidak terlalu khawatir dengan informasi yang mengatakan bahwa Gedung DPR akan menjadi target penyerangan kelompok teroris. "Biasa saja, yang berfungsi pengamanan berfungsi lah yang baik, kalau ada info DPR jadi sasaran kita mau apa lagi? Kita pindah ke hotel, hotelnya juga bisa dibom sama saja, pasrah sama Tuhan saja lah," jelas Pasek kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Informasi yang disampaikan Ketua BNPT Ansyad Mbai, diakui politikus Partai Demokrat tersebut memang baik. Namun, segala sesuatu baik urusan kesehatan dan keselamatan, pasrahkan saja kepada Tuhan.

"Urusan kita bekerja dan bekerja, kalau soal ada info seperti itu dari BNPT, saya tentu ada pihak lain yang mempunyai tugas untu itu. Saya kira itu, karena gedung rakyat ini milik rakyat, jadi kalau gedung rakyat mau dirusak, suara rakyat kan suara Tuhan," simpulnya.

Seperti diketahui, Sekretariat Jendral DPR sudah menerima pemberitahuan dari BNPT soal ancaman DPR akan dibom. Hal itu diketahui BNPT dari pengakuan tersangka teroris Mujib dan Nain yang ditangkap di Poso. Bahkan, mereka sudah melakukan survei, pemetaan gedung DPR juga telah dilakukan.

Sementara itu Tim Pembela Muslim (TPM) Ahmad Michdan meminta agar Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyad Mbai jangan memberikan keterangan yang tidak jelas sumbernya terkait pernyataannya yang mengatakan target peledakan yang ditujukan teroris salah satunya ke gedung parlemen,  “Jangan mengatakan yang tidak jelas sumbernya, pernyataan itu harus dibuktikan informasinya dapat dari mana,” kata Ahmad Midan
 
Selain itu, dalam beberapa kesempatan BNPT juga pernah mengatakan akan ada ancaman bom dari teroris yang ditujukan pada Depo Pertamina. “Dia juga pernah mengatakan akan ada ancaman bom di Depo Pertamina, namun semua itu tidak terbuktikan,” jelasnya.

Menurutnya, BNPT harus membuktikan keakuratan semua informasi yang diberikan kepada publik terkait tindak terorisme di Indonesia. Dia juga meminta agar BNPT tidak menuduh orang sebagai teroris sebelum dibuktikan dalam pengadilan dan telah divonis. “BNPT juga jangan asal menudih Thoriq sebagai teroris, dia harus ditangkap terlebih dahulu dan jangan asal main tuduh saja,” katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan, aksi-aksi tindakan terorisme di Indonesia disebabkan oleh ketidakadilan Hak Asasi Manusia, karena umat Islam banyak yang terdzolimi. “ Ini yang seharusnya dijadikan atensi oleh pemerintah, penegak hukum untuk membenahi akar permasalahan tersebut,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Sekretariat Jendral DPR sudah menerima pemberitahuan dari BNPT soal ancaman DPR akan dibom. Hal itu diketahui BNPT dari pengakuan tersangka teroris Mujib dan Nain yang ditangkap di Poso. Bahkan, mereka sudah melakukan survei, pemetaan gedung DPR juga telah dilakukan.
read more “ DPR Akan Dibom ? Jangan Asal Tuduh”